Berbohong Saat Bicara

Berbohong Saat Bicara

Oke mas, mbak!. . .
Sekarang saya mau ngomongin Tentang Kebohongan Dalam Pembicaraan yang biasanya ketika sudah terlanjur percaya dan alhasil, itu hanya karangan alias mengada - ngada. Saya bilang begitu karena ini adalah pengalaman saya pribadi. Jujur, waktu itu saya sangat senang dgn yg diucapkan oleh teman saya, namanya bo'im.
Jadi ceritanya gini, di desa saya, desa Banjarsari, disana saat itu ramai dgn namanya orang beli hp atau gadget baru. (Maklum habis lebaran duitnya banyak.)
Nah, saat itu juga saya pengen beli hp/gadget baru seperti yang lain.
Karena bo'im ini teman saya sejak kecil, jadi saya pertama nanya ke dia.
Saya ="im, duek 450.000 entok hp opo im?"
Bo'im ="oalah pul, ue pe tuku hp ta?
Sak iki hp murah - murah pul!"
Saya ="la emange duek sak mono entok hp opo im?"
Bo'im ="android yo wes oleh nk duek sak mono!"
Saya ="android ki panganan opo im?"
Bo'im ="ealah pul, android ki yo aplikasi seng nek kabeh hp layar sentuh kui low.
Mosok ngono ae ra ndunung to pul, pul..."
Saya ="yo rapopo to im, jenenge ae yo wong ndeso, ra ngerti koyok ngono kui.
Dadi hpku Nexian G317 mbiyen seng ilang ki yow termasuk android.?. ."
Bo'im ="yo, koyok hpku lo pul android!."
Saya ="la emange hpnem opo?
Ayo dudoi to hp opo ae seng regane sekitar 450.000-an!"
Bo'im ="hpku?
Hpku ki Samsung Champ ws android jellybean.
Nk duek sekitar 450.000-an ki wes entok Samsung Galaxy Star Duos, Nokia Lumia, mbek Samsung S3 seng tiruan."
Saya ="sip, dadi aku pe tuku seng ndi ki?
Seng apik dewe ndi?
Tapi hpne kabeh anyar to?"
Bo'im ="yo'i, hp seng apik dewe teko seng tak sebutno mau yo seng Samsung Galaxy Star Duos.
Tapi hpne jek apik nggenku, nggarai Samsung Galaxy Star Duos ki urong android."
Saya ="la jaremu kabeh hp seng layar sentuh ki andoid?"
Bo'im ="android, ogak andoid.
La mbuh hpne ora android nggarai Samsung Galaxy Star ui jarene produk gagal. Tapi jek tetep didol."
Saya ="yowes nak ngono, sesok aku tak nek konter.
Yowes aku tak neng omahe kancaku ndikek yo."
Bo'im ="yow. Ati - ati."
.
Keesokannya saya pergi ke konter.
(Pelayan Konter = PK)
PK ="mau cari apa mas?"
Saya ="mau cari hp Samsung Galaxy Star Duos mas!."
PK ="mau yang warna apa mas?"
Saya ="yang warna putih mas, berapa mas?"
PK ="740.000 mas!"
Saya ="(jantungku rasane pe miber pas mase ngomong regane, dadi Bo'im ki mbijuk.i aku ki?)
Nggak jadi mas!!!..."






Jadi dari cerita diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa setiap orang yang berbohong akan cenderung mengulangi dan memutar kata kata yang pernah diucapkan.
Katanya Hp Samsung Galaxy Star Duos, Nokia Lumia, Samsung S3 tiruan, harganya sekitar 450.000-an, eh setelah saya browsing di google, harga pasaran hp Samsung Galaxy Star Duos = 730.000-an, Nokia Lumia = (kalo yang ini saya lupa harga pasarannya.), Samsung S3 tiruan = 1.200.000-an.
.
Sebulan kemudian, saya baru mengerti, saya dikibulin sama si Bo'im, dan saya masih ingat pas dia ngomong kesaya matanya selalu melihat ke arah pojok kanan atas dan nggak mau menatap bartatap muka langsung adalah ciri ciri orang yg sedang berbohong.

berikut ini adalah ciri ciri orang yang sedang berbohong yg bisa kita tebak melalui bahsa tubuh atau gerak geriknya.


1. Gugup
Berbohong memiliki gejala yang hampir sama dengan ketegangan. Dalam berbagai situasi ketika kita berniat untuk berbohong, kita dapat merasa gugup, saat mencoba menutupi kesalahan. Cara mudahnya yaitu mengetahui sifat dasar seseorang kemudian mengetahui perbedaannya. Jika seseorang biasanya terlihat santai, kemudian tiba-tiba sering berkedip dan melakukan gerakan mata yang tidak biasa, menjilat lidah dan menyentuh wajah dapat dijadikan ciri-ciri seseorang sedang berbohong.

2. Perhatikan bahasa tubuh
Amati bahasa tubuh gestur yang tampak menutupi bagian tertentu dari wajah atau tubuh. Menyentuh hidung merupakan ciri khas dari gejala ketegangan. Saat Bill Clinton bersaksi di depan juri mengenai hubungannya dengan Monica Lewinsky, tubuhnya secara alami melakukan bahasa tubuh yang normal ketika menjawab dengan benar. Namun, ketika dia dipaksa lebih jauh mengenai hal itu, dia tampak menyentuh hidungnya setiap empat menit. Totalnya, sekitar 26 kali.
* Gelisah berlebihan. Perhatikan jika seseorang yang anda curigai berbohong, menggaruk atau menggesek pakaiannya. Jika anda tengah berbohong dan ingin menutupinya, kontrol pandangan anda dan tempatkan tangan anda dengan tenang tanpa terlihat tidak alami.

3. Senyum berlebihan
Di samping dari tampilan menyeringai khas pembohong, studi menemukan orang tersenyum lebih banyak ketika mereka mengatakan yang sebenarnya.

4. Menghindari kontak mata
Matanya akan lebih sering berkedip atau berputar ke arah lain. Hal ini mengindikasikan kondisi mental yang tidak nyaman.

5. Kebingungan saat berbicara
Saat dia berbohong, dia akan memikirkan tentang kesalahannya pada waktu yang sama. Hal ini akan mengganggu perhatiannya dalam percakapan tersebut.

6. Bicara dengan sangat cepat
Seorang pembohong sering kali bicara dengan sangat cepat atau dalam kalimat-kalimat pendek. Dia mencoba untuk menyudahi situasi itu secepat mungkin.

7. Memberikan penjelasan yang tidak penting
Dia akan memberi terlalu banyak detail tentang situasinya.

8. Tersinggung Saat mengetahui bahwa pendengarnya tau akan kebohongannya
Hal yang sama terjadi dalam kasus percakapan melalui telepon. Orang yang berbohong cenderung menutup telepon atau cepat-cepat mengubah topiknya.

9. Bila berjanji, sering mengingkari
Sewaktu ada butuhnya, dengan semangat yang menggebu-gebu memberikan harapan yang luar-biasa meyakinkan. Namun ketika hajatnya sudah di dapat, biasanya lupa akan janji manisnya.
Percayalah pada naluri anda seringkali kita bisa mendeteksi seseorang berbohong secara intuisi dibandingkan secara ilmiah. Mungkin benar jika pepatah kuno mengatakan, jika anda mencurigai seseorang berbohong, mungkin anda benar.
Maka dari itu, saya sekarang tidak mudah percaya sebelum menemukan bukti yg kuat.
dalam bahsa jawanya nainti kita bisa 'KEBLONDROK'



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 19.39 and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar